Beruntunglah kita menjadi kader PII, karena di PII lah kita bisa mengaktualisasikan diri menjadi manusia yang berkepribadian positif. Sebab, PII menekankan kepribadian yang harus kita miliki yaitu muslim, cendikia, dan pemimpin seperti yang termaktub dalam falsafah gerakan PII. Karater seperti ini, disana disebutkan bahwa karakter ideal yang harus dimiliki oleh seorang kader PII.
Bila kita tilik lebih dalam tentang karakter ideal yang mesti kita miliki sebagai ummat Muslim, kita dapatkan unsur-unsur yang lebih unviersal dan komprehensif dan tak hanya petunjuk bagi ummat Muslim saja, melainkan non-Muslim pun boleh mengikuti unsur-unsur ini dalam hal ingin membentuk kepribadian yang ideal tadi. Walaupun secara tidak langsung mereka menyatakan beriman kepada unsur ini, tetapi setidaknya mereka telah berusaha mengaktualisasikan keindahan yang terdapat dalam agama Islam.
Menurut Dr. Akbar S. Ahmed, konsep tipe ideal yang dimiliki Islam terdapat dalam dua unsur utama yang saling menunjang dan melengkapi. Unsur yang pertama yaitu kitab yang kita ketahui adalah al-Qur’an, sedangkan Unsur yang kedua yaitu bersumber dari kehidupan. Kehidupan yang dimaksud disini adalah kehidupan yang dijalani oleh Muhammad Saw. baik itu sikap, tindakan, pernyataan, hingga aktivitasnya yang detail pun terdapat nilai-nilai kesempurnaan didalamnya. Kehidupan itu oleh ummat Muslim biasa disebut Sunnah. Maka ketika kita ingin mengaktulisasikan diri sebagai muslim yang ideal berarti kita harus merujuk kepada dua sumber yang mutlak terdapat dalam agama Islam.
Sebenarnya, bila kita secara rinci menjabarkan nilai-nilai yang termaktub dalam kedua unsur yang dijelaskan diatas, konsep karakter ideal yang ditawarkan PII tadi semuanya telah ada dalam kedua unsur tersebut. Sehingga kita bisa mendapatkan ketiga unsur tadi secara keseluruhan dengan merujuk kepada kedua unsur yang telah dijelaskan diatas. Namun, PII sebagai organisasi menekankan ketiga hal tersebut secara jelas bukan tiada alasan, melainkan agar kader PII dapat lebih memfokuskan diri terhadap ketiga hal tadi. Pun agar kader PII kedepan bisa menjadi generasi yang dapat menyongsong Indonesia lebih baik lagi. Apalagi ditahun 2045 kita berharap kepada generasi yang lahir dikisaran tahun 2000 keatas agar dapat menciptakan “Indonesia Emas” yang dapat bersaing dengan negara-negara maju di negeri barat. Sebab, Nabi Muhammad Saw. diangkat menjadi seorang rasul ketika ia berumur 40 tahun dengan alasan diumur itulah seorang manusia mencapai puncak kedewasaannya.
Maka beruntunglah kita yang menjadi kader PII, sehingga kita disini terbina didalamnya, terbentuk menjadi pribadi yang baik. Adapun istilah yang sering kita dengar adalah “Kyai yang intelek, intelek yang kyai” yang berarti bahwa kita harus menjadi pribadi yang muslim dengan wawasan luas, karena apa jadinya kita sebagai muslim bila tidak memiliki wawasan luas. Pun sebaliknya, wawasan luas harus dibersamai dengan keislaman yang kuat. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan khalayak banyak yaitu adab dulu baru berilmu, sedangkan adab itu sudah terkandung secara komprehensif dalam ajaran agama Islam.
Dengan demikian, penulis disini bermaksud, mari kita lebih tekankan lagi keidealan kita sebagai kader PII dengan terus bermawas diri dalam membina dan membentuk kepribadian yang muslim, cendikia, pemimpin.
Salam MCP!
Komentar Terbaru