Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Mesjid Indonesia, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Syafruddin, M.Si yang turut menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia membuka Muktamar Pemuda Islam. Acara ini dilaksanakan di Hotel Kartika Chandra (4/4/2019) dengan tema “Meneguhkan Spirit Kebangkitan Ekonomi Umat”.
“Pemuda Islam harus mampu menjadikan momentum tahun politik ini sebagai kebangkitan politik umat. Siapa pun presiden yang akan terpilih nantinya, pemuda harus tampil kedepan dan mengembalikan peradaban Islam kembali melalui penguatan ekonomi.” sebut beliau sebelum membuka acara ini.
Ketua Panitia Muktamar Pemuda Islam, Phirman Rezha dari PP KAMMI menyebutkan lebih dari 350 pemuda yang terdiri dari 20 OKP dan ormas termasuk PB PII, PB GPII, PB HMI, PB HMI MPO dan berbagai ormas pemuda lainnya. Turut hadir Corneles Galanjinjinay, Ketua Umum GMKI atas undangan panitia.
Tidak kalah menarik Ketua Steering Commite Muktamar Pemuda Islam, Najih Prasetyo dari DPP IMM menyebutkan bahwa Muktamar ini merupakan forum pertama yang mampu mengumpulkan OKP dan ormas pemuda, mahasiswa dan pelajar sekaligus.
Para ketua umum PKP dan Ormas pada muktamar ini menandatangani Piagam Pemuda Islam dan berikrar mendorong peran aktif pemuda dalam agenda pembangunan nasional, berkomitmen menumbuhkan spirit gerakan umat yang senafas dengan perkembangan teknologi informasi dan berpartisipasi dalam sektor ekenomi guna menuju kemandirian umat.
Acara dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh drg. Muhammad Arief Rosyid, M.Kes, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia. Pemateri dalam talkshow ini antara lain Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag selaku Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Lutfi selaku Mantan Menteri Perdagangan 2014, dan Rudiantara, MBA selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia.
Rudiantara menyampaikan, “Pemerintah berfungsi sebagai regulator dalam perilaku ekonomi, tetapi pemuda tidak boleh berada dalam regulasi. Pemuda harus berada di garda terdepan ekonomi umat dan membangun start up. Pemerintah sudah mengupayakan pembangunan infrastruktur pengembangan start up yakni membangun Palapa Ring yang akan rampung bulan Juni 2019 dan pembangunan suprastruktur dengan adanya Digital Talent Scholarship di berbagai kampus di Indonesia,” dalam talkshow tersebut. Baginya start up sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
Sekjend MUI, Anwar Abbas juga turut menyampaikan bahwa titik lemah umat islam saat ini adalah lemahnya penguasaan ekonomi dan bisnis. Beliau meneybutkan, “Menguasai bisnis berarti menguasai negara. Karena pengusaha merupakan salah satu dari sepuluh kalangan berpengaruh bagi aktivitas kenegaraan. Contohlah pemuda-pemuda yang beretnis tionghoa yang kini menguasai mayoritas start up. Kita harus mampu merubah mental employe menjadi mental entrepreneur.”
“Kalau kita berpolitik tetapi tidak mempunyai kekuatan ekonomi, kita akan tersandra karena cost politik kita yang semakin tinggi. Pemuda jangan hanya gossip politik, tetapi dari masjid kita bantu gerakakkan ekonomi umat,” sebut Muhammad Lutfi. “Indonesia kini telah menjadi negara kelompok pendapatan menengah ke atas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kini harus dipacu menajdi 5,5% dengan PDB di atas USD 42.000 unuk bisa menajdi negara maju. Pengusaha di Indonesia jumlahnya hanya 1/8 jumlah pengusaha di Singapura. Kita tertinggal jauh saat ini.” tutupnya.
Pemaparan pandangan umum para ketua OKP dan Ormas menjadi bagian akhir dari acara ini. Pada kesempatan ini Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu bersaing dalam pertumbuhan ekonomi dunia.
“Kita harus mencontoh Korea Selatan yang kini telah menjadi negara maju dengan budaya saemaul undong. Padahal Korea Selatan merdeka dua hari sebelum kita memproklamirkarkan kemerdekaan. Tetapi, kini kemajuannya seperti lebih dulu merdeka 20 tahun. Kita sebagai pemuda Islam tidak boleh kalah dari Korea Selatan. Kita punya perintah Allah yang lebih mulia yakni wata’awanu ‘alal birri wattaqwaa. Hal ini harus kita edukasikan kepada seluruh pemuda pelajar yang ada di Indonesia.” ungkap Ketua Umum PB PII. (4/4/2019)
Komentar Terbaru