Hai aku Ahwal Saputra, seorang remaja yang sangat senang dengan aktifitas Islami. Aku berasal dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tepat nya di pulau seribu masjid, yaa sudah pasti itulah Lombok. Usiaku baru menginjak 18 tahun, namun usia remaja bukan berarti aku sudah terlihat tua, ataupun sebagai seseorang yang terlalu terlihat kecil di mata orang. Aku mengakui memiliki jiwa tinggi dan tekad besar, ya walaupun tidak dalam segala bidang, namun usahaku untuk berjuang tidak ada batas nya sampai nafas ini berpisah dari raga.
Kebiasaan aku adalah senang mencoba hal-hal baru yang sangat menarik, terutama di daerah ku. Lombok bukanlah sederetan dari pulau kecil di Indonesia, ya itu dalam pandangan ku. Bagiku Lombok adalah surga dengan tempat tinggal yang aman, masyarakat yang sopan, budaya yang begitu khas dan tak lupa bahwa Lombok penuh dengan kejutan alam di dalamnya. Aku adalah seseorang yang senang berpetualang, aku senang ke gunung, bukit, air terjun, danau, pantai, dan hal lainnya. Namun tempat favorit yang tidak pernah bosan aku kunjungi yaitu ciri khasnya Lombok dengan kemegahan dan banyaknya masjid di Lombok.
Masjid terbesar yang ada di pulau Lombok tiada lain adalah Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat. Masjid megah ini tepat berada di tengah-tengah kota Mataram, sebagai tanda bahwa Lombok adalah pulau nya orang Islam. Masjid megah tentu menjadi kebanggaan nya orang Lombok, terutama Masyarakat kota Mataram yang bertempat tinggal di sekitaran Masjid, ya termasuk diriku yang bertempat tinggal tidak jauh dari sana.
Menurut aku jika di lihat dari sisi luar, sungguh mata ini dimanjakan dengan begitu luas nya wilayah sekitaran Masjid, dan begitu asri bila di pandang mata secara langsung. Itu baru di luarnya ya bung, belum ke bagian dalamnya. Hehehehe, pasti sudah berfikiran ya bagaimana megah nya bila sudah ke dalam dan memandangi berbagai pernak-pernik yang sangat menyentuh jiwa akan peradaban islam itu sendiri.
Dari yang aku browsing di internet bahwa Islamic Center Mataram mulai dibangun pada tanggal 9 Maret 2010 dan selesai pada 15 Desember 2013 yang ditandai dengan diresmikannya oleh Gubernur NTB saat itu TGB. H.M. Zainul Majdi. Masjid ini Berdiri diatas lahan seluas 74,749 meter persegi dengan memiliki 4 lantai, 5 kubah dan 5 menara satu diantaranya memiliki ketinggian 99 meter yang melambangkan Asma’ul husna. Desain warna kubah utama masjid ini memadukan warna corak khas batik Sasambo (Suku Sasak- Samawa- Mbojo). Tidak kebayang kan bagaimana setiap arsitektur dari masjid ini di buat, ternyata punya banyak makna, wow.
Karena masjid ini sangat viral di Kota Mataram, aku berusaha berkunjung ke tempat ibadah yang suci ini bersama dengan teman-teman ku. Sungguh dari kami benar-benar tidak ada yang tidak takjub, semuanya merasa tercengang di tempat, sebab apa yang di benak sebelum ke sana adalah termasuk masjid megah, tetapi ternyata masjid itu lebih dari sekedar masjid megah, masjid ini benar-benar seperti peradaban besar yang belum pernah kami lihat seperti kebanyakan masjid pada umumnya. Rombongan kami benar-benar bersemangat untuk segera turun menginjakkan kaki di masjid tersebut, karena sebelumnya kami menggunakan bus untuk sampai di sana.
Setibanya kami di sana dan langsung turun dari bus, ya seperti remaja pada umumnya yaitu mengabadikan momen saat itu, kurang epic rasanya bila tidak selfie atau melakukan foto bersama sesaat setelah kami turun dari bus. Tidak peduli memory card handphone kami habis, asalkan jangan ada momen yang terlewat dari tempat itu.
Selanjutnya kami di pandu oleh salah seorang mentor yang ikut bersama kami untuk menikmati tour ke dalam Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Mataram ini. Bagaikan turis dari jauh kami mengatur barisan dan melangkah dengan perlahan untuk masuk ke dalam masjid.
Tempat pertama yang kami singgahi adalah area depan parkiran masjid, dan di sana ada banyak sekali fasilitas umum untuk pengunjung yang ke masjid, dan tentu kami mengunjungi toko minimarket dengan nama di ambil dari masjid tersebut, dan di sebelah nya ada juga restauran dan cafe untuk orang-orang yang ingin rehat sejenak, di tambah lagi dengan udara yang lumayan sejuk akibat banyak nya pohon-pohon yang sangat rindang. Seterusnya setelah dari minimarket dengan beberapa benda dan makanan yang kami beli, kami melanjutkannya untuk masuk ke dalam masjid, namun kami melalui pintu depan yang di mana tepat di sana ada jalur menuju ke menara tertinggi dari Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center yaitu sebuah lift untuk bisa sampai ke puncak menara setinggi 99m. wah kebayang betapa serunya bila berhasil naik dan melihat pulau surga ku ini dari hamparan perkotaan dengan rumah-rumah, persawahan, gunung dan bukit, serta hamparan pantai yang membentang dengan jelas di pinggir pulau Lombok.
Namun sayang aku tidak dapat menaiki menara itu, sebab ada jam khusus untuk bisa ke puncak menara. Namun kekecewaan kami terbalaskan dengan area dalam masjid yang begitu luas dan beberapa titik tempat wudhu yang sangat elegan. Masuk lagi sedikit maka akan terlihat tangga utama untuk ke tempat sholat, tepat nya berapa di lantai 2 masjid. Oh ya, sebelumnya aku jelasin nih apa-apa saja fasilitas yang ada di setiap lantai masjid. hmm kita mulai dari lantai bawah tanah ya, di sana terdapat tempat parkir untuk roda dua yang sangat luas dan terang, pintu masuk parkiran lantai bawah tanah ada di sisi kiri dan sisi kanan masjid. dan di lantai 1 nya terdapat fasilitas umum berupa ruangan aula besar tempat berbagai acara yang selenggarakan di masjid megah ini. Lalu lantai 2 nya adalah ruangan utama untuk jama’ah sholat berjamaah, kapasitas jama’ah yang dapat di tampung bisa sampai melebihi 15.000 jama’ah, wah kan besar sekali ya. Oke selanjutnya yaitu lantai 3, di sana adalah terusan dari lantai 2 dan tempat sholat juga. lantai 4 juga ada nih, namun tempat nya lumayan tertutup, sebab bisa di alih fungsikan apabila terdapat penumpukan jama’ah yang berlebihan. Nah baru sampai ke atap nya, tentu saja di sana terdapat kemegahan terbesar dari Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center yaitu berupa kubah besar dengan hiasan gantungan pernak-pernik raksasa yang tergantung di sana, menarik bukan?.
Nah, kami setelah tiba di tangga utama, kami di sambut dengan keberadaan bedug raksasa hasil kerjasama pemerintah Indonesia dan pemerintah Tionghoa. Kami menaiki sekitar 50 anak tangga, dan sampai ke tempat ruang utama untuk sholat, di sana kami di sambut dengan lapisan sajadah merah dengan corak raksasa yang sangat unik, tentu aku tidak bisa melewati momen ini dengan foto-foto. Di dalam terlihat jelas luasnya ruangan untuk jama’ah, di depan ada tempat imam beserta mimbar, dan tak lupa hiasan dinding raksasa yang sangat megah. Kami melangkahkan kaki kami lebih dalam lagi, dan aku sangat merasa terharu dengan kubah raksasa dari Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center. Namun tak lama kami menikmati momen itu, kumandang adzan yang merdu terdengar, seolah kewajiban kami yang asli harus dilaksanakan, tak lain kepada sang pencipta yang sesungguh Nya, yaitu Allah SWT.
Ya mungkin itu saja sedikit cerita dan pengalamanku di Masjid terbesar di pulau Lombok yaitu Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Nusa tenggara barat. Aku harap kalian menikmati ceritaku dan mulai berkeinginan untuk mengisi waktu luang setidaknya mengunjungi tempat ibadah sekaligus untuk mengenal peradaban Islam milik daerah kita sendiri. Secara pribadi aku berterimakasih sama Kamu, penikmat karyaku untuk membaca artikel ini sampai selesai. Semoga di lain waktu kita bisa ketemu, terima kasih secara langsung karena telah menjadi bagian dari sahabat sekaligus penikmat karyaku.
Komentar Terbaru