Korps PII Wati menggelar Sekolah Advokasi dengan tema Menguatkan Peran Perempuan Dalam Advokasi Untuk Menciptakan Ruang Aman Bagi Perempuan Dan Anak pada tanggal 12-16 Maret 2022 di Balai Kota Bandung, dengan sesuai aturan protokol kesehatan yang berlaku.
Korps PII Wati menjaring peserta Sekolah Advokasi sebanyak 30 orang dari berbagai perwakilan Pengurus Wilayah PII se-Indonesia dan satu diantaranya Perwakilan Pengurus Wilayah PII Mesir.
Azkia Khaerunnida, mengatakan “Sekolah Advokasi memiliki tujuan sebagai upaya membekali peserta agar sadar terhadap kasus-kasus kekerasan perempuan dan kejahatan anak. Kesadaran ini akan mengawali aksi pencegahan dan pendampingan terhadap kasus kejahatan pada aspek non litigasi”. Kata Ketua Korps PII Wati tersebut.
Ia melanjutkan, Sekolah Advokasi diharapkan mampu memberikan semangat kepada peserta untuk lebih fast-respon memberikan advokasi dalam membela hak-hak perempuan dan anak.
Dihadiri wakil ketua DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menyambut optimis kegiatan Sekolah Advokasi Korps PII Wati.
“Jawa Barat tertinggi kasus kekerasannya, juga tertinggi jumlah penduduknya di Indonesia, oleh karena itu saya sebagai Ketua Kaukus Perempuan Parlemen merasa bertanggungjawab dan senang sekali menghadiri acara ini. Setengah penduduk Indonesia perempuan berarti mengurusi masalah perempuan itu menyelesaikan setengah masalah bangsa. Maka perempuan semua harus bekerjasama dan bersama-sama mengatasi hal ini”. Pungkas Ineu (12/03).
Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari latar belakang akademisi, praktisi dari perwakilan pemerintah dan non-pemerintah. Narasumber akan memberikan materi seputar kasus kekerasan perempuan, kejahatan anak, kejahatan seksual, bullying dan sebagainya.
Azkia Khaerunnida berharap, “dari kegiatan ini tentunya menjadi gerakan yang tersebar luas nantinya. Dan memberikan manfaat yang lebih. Sehingga angka kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak bisa turun. Dan ruang aman bagi perempuan dan anak bisa dirasakan secara luas”. Tutup Nida, sapaan akrab, Azkia Khaerunnida, saat dihubungi Supel.id
(Fida/CA)
Komentar Terbaru