Kemajuan teknologi, komunikasi dan transportasi tidak dapat menghambat perkembangan globalisasi. Globalisasi telah mengaburkan batas-batas negara (the borderless world), hal ini mendorong pertukaran barang dan jasa antar negara mengalami kemajuan yang sangat pesat.  Apa yang diciptakan oleh globalisasi ialah kapitalisme yang semakin meluas.

 

Menurut Giddens, Globalisasi dapat didefenisikan sebagai intensifikasi relasi sosial sedunia yang menghubungkan lokalitas yang saling berjauhan sedemikian rupa sehingga sejumlah peristiwa sosial yang dibentuk oleh peristiwa yang terjadi pada jarak bermil-mil dan begitu pula sebaliknya (Giddens, 2005). Globalisasi melibatkan pasar kapitalis dan seperangkat relasi sosial dan aliran komoditas, capital, teknologi, ide-ide, bentuk-bentuk kultur, dan penduduk yang melewati batas-batas nasional via jaringan masyarakat global (Ritzer, 2003).

 

Globalisasi telah memberi peluang besar bagi manusia dari seluruh dunia untuk berinteraksi secara lebih efektif. Interaksi yang luas ini memberi akses dan keterbukaan kepada kemajuan. Ilmu pengetahuan, budaya, ekonomi dan politik dapat dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman antar negara yang dipertukarkan dengan dinamis.

 

Globalisasi membawa gaya hidup maupun budaya disuatu tempat mudah diikuti oleh penduduk di belahan tempat yang lain. Globalisasi mentransformasikan nilai dan cara hidup barat yang dijadikan standar ke berbagai belahan dunia. Standar kemajuan hidup barat dihomogenisasikan ke dalam gaya hidup masyarakat dunia serta melakukan apa yang disebut dengan imperialisme kultur. Orang beramai-ramai menggandrungi, mengimitasi budaya pop. Sebagai contoh, budaya Amerika, McWorld, Hollywood dan K-Pop menjadi tren dunia.

 

Di bidang ekonomi, globalisasi memberi peranan besar dalam praktek perdagangan bebas. Ekspor dan impor sekecil mungkin dapat dilakukan tanpa hambatan. Perusahaan-perusahaan besar yang mendunia seperti multinasional corporation (MNC) berkembang pesat meluaskan bisnisnya ke berbagai penjuru negara-negara di dunia, terutama ke negara-negara berkembang yang belum banyak memiliki produk-produk sebesar produk dari MNC.

 

Di bidang politik, globalisasi diantaranya memberi peran besar dalam melakukan demokratisasi khususnya ke negara-negara dunia ketiga yang belum memiliki tatanan kenegaraan sekokoh negara-negara maju.  Nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) juga diperkenalkan ke seluruh dunia agar diratifikasi dan diterapkan ke seluruh negara. Demokrasi membuka kebebasan dan kesetaraan agar rakyat dijamin hak-haknya untuk berpartisipasi secara terbuka.

 

Globalisasi melahirkan aktor-aktor individu, kelompok, organisasi internasional, organisasi non pemerintah tumbuh dengan cepat. Aktor-aktor selain negara dengan mudah dapat berpartisipasi dan bersaing dalam hubungan lintas negara. Hal ini mengubah konstelasi hubungan internasional yang sebelumnya didomimasi oleh negara.

 

Meluasnya keterbukaan yang mengaburkan batas-batas negara ini disisi lain memunculkan tantangan baru dari berbagai segi. Persaingan global mempercepat kemajuan, namun disisi lain, pihak yang kurang mampu bersaing akan makin tertinggal dikalahkan pesaing dari berbagai negara luar. Pengaruh globalisasi dapat memudarkan budaya lokal akibat masuknya budaya barat. Hal ini juga memberi ancaman bagi nilai nasionalisme apabila tidak dipelihara dan membiarkan dengan sebebas-bebasnya nilai budaya asing menghapuskan kearifan lokal.

 

Dengan demikian, globalisasi menjadi arus yang memberi dampak kemajuan namun memberi dampak kerugian bagi negara. Globalisasi menghadirkan tantangan bagi ancaman kedaulatan negara dan kedaulatan ekonomi yang serius. Perekonomian yang tidak mampu dikendalikan dengan baik oleh negara dapat menimbulkan kesenjangan dan kemiskinan yang lebih parah.

 

Menurut kamu, bagaimana lagi globalisasi berjalan dalam kehidupanmu?