Semester ini saya berhasil mengambil mata kuliah dari program studi yang berbeda dari fakultas yang berbeda di kampus saya. Semester lalu sebenarnya sudah dibuka kesempatan untuk mengambil mata kuliah dari prodi lain ini, tapi dari pihak administrasi program studi asal saya terkesan menghalang-halangi agar jangan mengambil mata kuliah lintas prodi dulu. Akhirnya, setelah saya tanyakan pada semester sekarang, barulah memperoleh acc dengan mudah.

 

Saya sudah hampir bosan terus menerus membahas mata kuliah dari prodi saya di Fisip, ‘hufth…itu lagi- itu lagi ruang lingkupnya’. Jadi, saya coba mengambil dua mata kuliah dari Fakultas Psikologi yang pernah saya idam-idamkan. Fasilitas ini merupakan salah satu hasil dari kebijakan inovatif pemerintah tentang Merdeka Belajar – Kampus Merdeka atau disingkat MBKM.

 

Ngomongin MBKM, sejauh ini saya suka sekali dengan terobosan baru Mas Menteri ini. MBKM memberi kesempatan yang terbuka bagi mahasiswa untuk pengetahuan baru, lingkungan baru dan pengalaman baru. Disini, mahasiswa bisa belajar ke program studi yang berbeda bahkan ke kampus yang berbeda juga. Ada program magang yang memang menjadi topik andalan di MBKM ini. Pembelajaran yang sifatnya praktik ke lapangan lebih di dorong dalam MBKM ini.

 

Mulai 1 September kemarin, saya melihat banyak mahasiswa dari kampus se-tanah air berjubel di ruang-ruang rapat DPR RI. Ada 200 peserta Kampus Merdeka yang sedang menjalani magang di Sekretariat Jenderal DPR RI setelah melalui seleksi dari sekian belas ribu mahasiswa. Pasti ini pengalaman yang menarik sekali buat mereka, hingga mereka rela meninggalkan perkuliahan tatap muka sebagaimana seharusnya di kampus asal mereka.

 

Ada banyak lagi terobosan menarik dan inovatif dalam kebijakan MBKM ini. Tidak heran, jargon Kampus Merdeka langsung menjadi trend yang sibuk dibicarakan, khususnya di dunia pendidikan belakangan ini. Implementasinya juga sedang digarap di berbagai kampus.

 

Tapi, selalu banyak masalah yang hadir bersamaan dengan setiap terobosan perubahan. Bahkan keluhan ini banyak datang dari akademisi dan pihak kampus sendiri.  Mulai dari filsafat pendidikan, arah dan orientasi pendidikan yang mau dibawa masih menjadi pertanyaan dalam tema MBKM ini.

 

Selain itu, perubahan yang ingin digagas oleh pemerintah, realitanya malah terbentur dengan regulasi-regulasi pemerintah sendiri. Pasalnya, ada banyak birokrasi pemerintahan yang terkenal rumit, sehingga menjadi sumber terkendalanya penerapan konsep MBKM ini sendiri. Oleh karena itu, jargon Kampus Merdeka ini mestinya dibarengi dengan keseriusan pemerintah dalam mengerahkan tenaga, sumber daya, regulasi, fasilitas dan biayanya. Seperti apa kira-kira curhatan soal serba-serbi di lapangan mengenai gagasan Kampus Merdeka ini? Yuk, kita kepoin lagi…