Saya akan membahas tentang isu terkait IB HRS yang dijatuhkan 5 tahun penjara karena kasus kerumunan. Dari awal kepulangan beliau di cap sebagai pembawa masalah di negara ini entah itu kasus kerumunan atau masalah lainnya. Di indonesia sendiri merupakan negara islam terbesar di dunia , tapi mengapa ulama ulama ustad- ustad, para kiyai, para habaib yang menjadi sasaran politikus nakal yang gila jabatan. Beberapa banyak pejuang-pejuang islam yang dipenjarakan, mirisnya lagi sampai ada yang di bunuh dan pembunuhnya mengaku dari pihak kepolisian yang melakukkannya dengan sengaja. Propaganda lainnya seperti video palsu yang ditujukkan pada imam besar Habib Rizieq, di media sosial masyarakat terjadi pencemaran nama, padahal habib Rizieq adalah keturunan nabi muhammad SAW. Yang mana nabi muhammad adalah pemimpin seluruh umat baik itu umat manusia , hewan tumbuhan dan lainnya tapi mengapa di negri muslim terbesar di dunia umat terbanyak beliau bahkan disebut umat terbaik. Seharusnya sangat menghormati keturunan rasulallah. Malah sebagian sebaliknya. Kepentingan politik yang semakin meleset menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi semuanya baik itu kepentingan pribadi maupun kelompok di zaman ini semuanya sama. Saja dalam membuat pemerintahannya.
Meski ada yang benar-benar berpihak pada rakyat pemerintahan yang seharusnya membangun negaramalah sibuk mengatur tanah wakaf, dana haji, dan kasus radikal. Dan imam besar front pembela Islam (FPI) dicap sumber masalah yang satu-satunya orang yang mampu mengarahkan masa pada aksi 212 lalu, jasa dikenal kasus kerumunan di daerah Petamburan karena mengadakan maulid Nabi Muhammad Saw. Kini beliau dikenal 5 tahun pidana selain beliau juga ada habib BAhar Bin Smith yang dipidana atas kasus yang bermacam dari berbagai pihak, dan begitulah isu-isu yang beredar dari media social. Karena tidak sepantasnya ulama itu dihina tetepi perlu diketahui bahwa isu-isu diatas belum semuanya jelas dan terbukti. Kebenaran atas isu-isu yang disebarkan oleh pengguna akun media sosial karena banyak jasa pengguna akun media social sengaja memprovokasi umat agar ummat melemah dan terpecah hingga ummat mudah diserang. Penyerangan bisa terjadi dari mana saja entah dari dalam maupun dari luar. Ummat harus lebih waspada terhadap provokasi yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah ummat Islam. Karena ummat Islam adalah asset terbesar Indonesia, Jantungnya Indonesia. Jika ummat Islam berhasil dipecah belah maka maknanya jantung Indonesia sudah terpotong. Artinya bangsa Indonesia akan jatuh Kembali ke tangan penjajah dan masa penjajahan akan terulang. Tentu kita tidak ingin terjajah kembali ke masa jamannya nenek moyang kita dijajah ribuan tahun.
Setelah dianalisa ternyata propaganda-propaganda yang dilakukan di media sosial telah membuat kita secara tidak sadar terjajah oleh orang luar negeri atau orang asing memenuhi kepentingannya dan memecah umat secara tidak sadar dari media sosial. Contoh penjajahan itu misalnya ada berita penistaan pemerintah dari media sosial yang aslinya adalah kritikan. Namun karena kritik tidak diterima akhirnya si pengkritik ditangkap dan dipenjarakan dan pemegang saham tertinggi dari cairnya hasil konsumen di media sosial. Bahkan, ada juga yang ingin menghancurkan negara dengan mempropaganda umat islam dengan pemerintahan dengan cara membenturkan undang-undang negara dengan syariat islam yang seharusnya disatukan dan dipadukan secara maksimal untuk mengatur kehidupan masyarakat negara yang adil dan makmur. Dari segi analisa di atas dapat disimpulkan isu-isu provokan terkait ulama dan pemerintahan harus diproses dan dievaluasi sebelum diberikan tindakan yang sesuai isu tersebut. Untuk menghindari provokasi dari isu yang tersebar oleh pelaku tentunya dibutuhkan sikap kritis dan tanggap dan juga peka terhadap apa yang diimpikan. Juga perlu peningkatan terhadap kualitas umat dalam pengunaan media sosial dan sangat perlu diadakannya penyuluhan media agar umat bisa mengembangkan islam melalui media sosial.
Dapat disimpulkan tema isu yang saya bawa adalah mengembangkan umat islam dari media sosial dan menguatkan umat islam dari propaganda dunia maya yang mana di sana
Sangat marak terjadinya propaganda dan provokasi masyarakat yang harus dihindari untuk terpeliharanya persatuan dan kesatuan negara republik indonesia yang merupakan negri muslim terbesar di dunia. Memang seharusnya umat islam menjadi tameng atau perisai negara.
Komentar Terbaru