Perdebatan Kesunyian
//

 

Katamu, sekuntum puspa enggan mewangi
di ladang pagi yang kaku

 

…Tiada jiwa yang benar-benar beku

 

Katamu, jiwa-jiwa hambar ditakdirkan
mati ditikam kesunyian
Kesunyian adalah anugerah bagi
terlaksananya segala permenungan…

 

Katamu, hidup ialah buat
berkompetisi, menangguk prestasi
sebagai sumber dari kebahagiaan hakiki

 

…Hidup-menghidupi adalah inti dari
berkehidupan, lain kebahagiaan hakiki
lain kebahagiaan majazi

 

Katamu, empati cuma dimiliki jiwa-jiwa
yang bergerak, riang, serta penyayang,
kemanusiaan tak mungkin tumbuh
pada diri berbaju hitam

 

Mengatakan tentang marabahaya
gulungan ombak laut, tak sama
dengan memahami bahwa laut itu dalam…

 

Prinsip kemanusiaan tertinggi adalah
dengan menyadari bahwa manusia itu
lautan, manusia itu gunung berapi, di
balik penggerayangan atas hamparan
tubuhnya ada yang bergejolak di
kedalamannya, bola matamu tak
melihatnya; kecuali dengan kejernihan

 

Homosocious, ekstrovert, segala
kicauan perhatian adalah harga mati,
tak peduli dengan segala motif di
kedalamannya, jawabmu

 

 

Bunga Ranah Minang
//

 

Bunga berpangkat, jelas asalnya,
tinggi ilmunya, setitik sakitnya

 

melintasi berbagai tanah, gedung dan
kehormatan
kalah dalam rupa, pendekar dalam retorika

 

oh, Bunga
atasnama kehormatan-kehormatan
yang tak terhitung banyaknya, kau
injak kesungguhan-kesungguhannya

 

demi mimpimu yang panjang
dan
nuranimu yang kelam
ucapmu sepuntung rokok tak layak
membersamai Bunga ranah Minang
yang wanginya melampui
ketawadhuan

 

kau bilang, kiri dan kanan akan selalu
bertentangan, hitam dan putih
tidaklah sepaduan

 

mengapa tak kau coba pertemukan
saja keduanya dalam genggaman ruh
cinta yang abadi, oh Bunga, bidadari
bumi yang lumpuh nurani

 

kelak kau akan menangis, merengek,
dan merangkak kepadanya, membawa
segudang kesakitan

 

sabda zaman akan terbukti
kalau hati
sudah kelam bagaimana pun upaya
tak kan bisa menyadarkan

 

akan tiba waktunya,
kau mati oleh
hasratmu sendiri

 

 

Rosea
//

 

/1/
adalah dirimu
segala apa yang ada padamu
sebuah puisi
sastra yang, sunyi

 

/2/
tanganmu puisi
matamu puisi
langkahmu puisi
segala apa yang ada padamu, sunyi

 

/3/
seseorang yang linglung
merapal setiap inci tubuhmu
memuncratkannya
tepat di jendela kamar hatimu
saat kau bermimpi
saat kau, sendiri

 

 

Gagak Urban
//
Racun hati seseorang
memangsa pikirannya
hingga ia melihat yang tiada

 

dan meniadakan yang ada

 

Serta meracau bagaikan gagak lacur
di tengah musim semi yang ramai

 

di antara pohon yang damai