Korps PII Wati, bidang Kajian Isu dan Eksternal berkunjung ke kediaman putri ulama ternama Buya Hamka yakni Ibu Azizah Hamka di Cibinong, Jakarta Barat, Rabu, 23 Maret 2022.

 

Dalam kunjungan tersebut, berniat menyambung tali silaturrahim. Pada kesempatan ini, Korps PII Wati diberi wawasan tentang pendidikan nonformal pada perempuan.

 

“Saya dulu tidak pernah dimarahi umi dan ayah, kalau mereka hendak menegur saya karena saya salah, mereka ajak saya bicara baik-baik, menasehati saya pelan-pelan, begitu dulu cara ayah mendidik kami. Itulah yang membuat kami semua patuh kepada umi dan ayah, bahkan hingga jodoh pilihan ayah sekalipun, semua anak perempuannya mengiyakan,” ucap Ibu Azizah yang kerap disapa Andung itu.

 

Malam itu, Andung Azizah bercerita tentang bagaimana beliau harus di rumah menjaga adik-adiknya karena 10 bersaudara, tidak pernah kemana-mana (di rumah saja). Selama beliau di rumah, Umi Siti Raham(Istri Buta Hamka) mengajarkan tentang manner dan banyak keahlian. Mulai dari memasak, menjahit, menata, dan lain sebagainya, terlebih tentang bagaimana adab beribadah, bertingkah, dan bertutur sebagai seorang perempuan.

 

Dalam perbincangan itu, Korps PII Wati juga ditemani oleh Ibunda Minong Arifin, cucu dari Buya Hamka anak dari Andung Azizah. Meski beliau sering mendapat kunjungan dan dimuliakan di luar sana, tapi beliau selalu diingatkan dengan satu pesan bahwa, “Yang ulama itu adalah Nambo Hamka, bukan anak cucu dan cicitnya”.  Seperti itulah keluarga ulama, tentu terlihat semacam kecipratan berkahnya.

 

Senada dengan Andung Azizah, Ibu Minong juga menegaskan bahwa, “Biasanya kalau cucu dan cicitnya berbuat kesalahan, Nambo Hamka tidak pernah langsung memarahi di tempat. Dibiarkan dulu, nanti Nambo memanggil kedua orang tuanya, sebab bagi Nambo yang salah bukan anaknya, tapi orang tuanya,” ujar Ibu Minong.

 

Perbincangan tentang rezeki, Andung Azizah dengan yakin berkata: “Allah kita kaya, jadi tidak usah risau di dunia ini. Uang kita itu dari Allah, jadi kalau apa-apa minta ke Allah. Allah yang kasih, kita hidup kan Allah yang menciptakan, apa-apa kebutuhan dan keinginan langsung saja minta ke Allah. Yakin, kalau Allah pasti kasih.” Begitu tegas beliau soal tauhid dan keyakinan pada Tuhan. Bahkan sampai hari ini beliau sehat wal ‘afiat pun, bagi beliau adalah karena Allah yang menyehatkan.

 

Setelah berbincang tentang Nambo Hamka dan keluarga besarnya, Korps PII Wati mendapat satu nasehat, “Kalian jadi perempuan, pandai pandailah bercermin. Jika hendak selamat dunia akhirat, sering-sering lihat diri kita dulu, baru lihat orang lain,” ucap Andung Azizah sambil menatap. Tentu, nasehat beliau terlihat sederhana, pendek kalimatnya. Namun terasa teringat, melekat sampai ke jiwa, bahkan diantara mereka ada yang sempat berlinang air mata.

 

Nasehat tersebut, Andung Azizah dapatkan dari Umi Siti Raham. Umi menggenggam tangan beliau ketika detik-detik kembali ke pangkuan Illahi. Kini, nasehat itu diteruskan oleh beliau kepada Korps PII Wati. Dengan begitu, harapan Andung dan keluarga, semoga Korps PII Wati mampu menjaga putri putri bangsa ini, untuk senantiasa bercermin dan mengukur diri, sebagaiman pesan dan nasehat putri ulama negeri ini.

 

Semoga keberkahan, kesehatan dan Rahmat Tuhan bercurah limpah pada zurriyat Buya Hamka, kepada anak, cucu dan seterusnya. (Ai/Au)