Ketua III Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar (PMP) PB PII, Yaumal Akbar mengecam munculnya soal Tes Uji Coba (TUC) Ujian Sekolah di SMP Kabupaten Purworejo. Seperti yang telah ramai diperbincangkan, dalam soal mata pelajaran PPKn yang dilaksanakan pada 23 Maret tersebut, di nomor 45 terdapat soal yang berisi narasi peristiwa bentrok antara warga kampung Wadas dan aparat pada Januari Silam. Dalam soal tersebut disebutkan, bentrok terjadi sebab provokasi warga yang menolak tanahnya dijual.

 

“Kami tentunya sangat menyesalkan apa yang terjadi di Purworejo, karena menurut kami dunia pendidikan dan akademik seharusnya mampu menjadi laboratorium yang objektif untuk melihat permasalahan, bukan menjadi medium framing pemerintah terhadap persoalan publik,” terang Akbar, sapaan Yaumal Akbar.

Menurut Akbar, redaksi yang dimuat dalam soal Tes Uji coba (TUC) Ujian Sekolah SMP Kabupaten Purworejo tersebut memberikan data yang tidak berimbang dengan narasi yang warga yang menolak.

 

“Masalahnya dalam soal TUC tersebut narasi yang dikedepankan adalah narasi pemerintahan, narasi yang mendukung. Sedangkan narasi warga yang menolak tidak dimuat secara utuh jadinya ya tidak berimbang. Pada akhirnya ini (Soal TUC) bisa mengkonstruksi peserta didik yang tidak objektif dalam melihat permasalahan”. Lanjut mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Jawa Barat tersebut.

Terakhir Akbar meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Pemerintahan Kabupaten Purworejo segera mengklarifikasi dan menarik Soal TUC tersebut.

 

“Pertama, Kalau dibiarkan ini bisa memprovokasi permasalahan lebih besar lagi dan bolanya akan semakin panas. Yang kedua, ini berpotensi menciptakan kejahatan akademik karena telah mempolitisasi Pendidikan. Ketiga, kami, PB PII meminta pihak terkait tidak hanya meminta maaf tapi segera mengklarifikasi dan mengganti serta menarik soal tersebut,” pungkasnya.

 

Soal TUC Ujian Sekolah Smp Kabupaten Perworejo menjadi viral dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Hal tersebut juga bisa dilihat diberbagai akun media sosial terutama akun Instagram @Wadas_melawan yang di sukai hampir 4.000 akun dan 300 komentar. (Af/Ca)